Rabu, 01 September 2010

BPPT TERAPKAN BIOFILTER ANAEROB-AEROB MEDIA PLASTIK SARANG TAWON PADA IPAL


Limbah domestik yang dihasilkan dari rumah tangga cenderung tidak dikelola dengan baik. Sebagian besar dari masyarakat bahkan tidak mengetahui dampak dari limbah tersebut terhadap lingkungan sekitar. Di daerah perkotaan seperti Jakarta dan Bandung, limbah domestik memberikan kontribusi yang besar terhadap pencemaran air. Berdasarkan data dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat, limbah domestik yang dihasilkan di kota Bandung telah mencapai 80%, sedangkan di Jakarta mencapai 75%.
Tingginya angka pencemaran air oleh limbah domestik telah mendasari perekayasa BPPT membuat teknologi pengolahan limbah domestik biofilter anaerob-aerob dengan media plastik sarang tawon. Teknologi tersebut dapat memproses air limbah domestik yang dibuang ke saluran umum, hingga memenuhi standar baku mutu.

“Teknologi biofilter anaerob-aerob dengan media plastik sarang tawon ini merupakan proses pengolahan air limbah dengan proses biakan melekat dengan mengunakan media plastik sarang tawon untuk tempat berkembang biaknya mikroba pengurai polutan organik yang dapat menurunkan konsentrasi Biologycal Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) maupun  padatan tersuspensi (SS) lebih dari 90 %. Teknologi ini merupakan  salah satu teknologi pengolahan air limbah domestik yang cukup  handal, biaya operasional murah dan perawatannya mudah”, kata Perekayasa Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Nusa Idaman Said (23/10).

“Sejak tahun 2005 telah terbit Peraturan Gubernur (Pergub) No. 122 tentang pengolahan limbah domestik, yang menyebutkan bahwa rumah tangga, industri dan perkantoran wajib mengolah limbah domestik sebelum dibuang ke saluran pembuangan atau sungai. Hal inilah yang seharusnya dapat menjadi perhatian semua pihak, terutama tentang cara yang tepat dalam pengolahan limbah”, lanjutnya.

Keunggulan dari pengolahan air limbah dengan proses biofilter anaerob-aerob antara lain (1) Tahan terhadap fluktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi, (2) Operasional dan perawatannya mudah dan sederhana, (3) Konsumsi energi (listrik untuk blower) lebih rendah, (4) Tahan terhadap fluktuasi debit maupun konsentrasi, (5) Dapat diaplikasikan untuk pengolahan berbagai macam air limbah baik limbah domestik maupun limbah industri dan (6) Dapat dirancang untuk skala kecil maupun skala besar.

Teknologi biofilter anaerob-aerob telah diaplikasikan untuk mengolah air limbah baik limbah domestik maupun industri diantaranya pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) MCK Kelurahan Galur Jakarta Pusat, IPAL Pasar Tradisional Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, IPAL RSU Tanah Grogot Kalimantan Timur, IPAL PT. Hoka Hoka Bento Jakarta dan IPAL Perkantoran Dinas PU DKI Jakarta.
Sumber :  www.bppt.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar